KALA YUDISTIRA on November 26th, 2012

Gambar 1. Desain Bedengan

Gambar 2. Desain Greenhouse

 Untuk script dan gambar dalam format .dwg dapat diunduh di sini.

KALA YUDISTIRA on November 13th, 2012

Energi

Energi merupakan sumber dan pengatur segala benda, tata nilai dan aktivitas manusia dan alam. Energi dapat diartikan sebagai kemampuan melakukan suatu kerja sehingga dapat dikenal energi mekanis, energi listrik, energi elektromagnetik, energi kimia, energi nuklir, energi panas, dan lain-lain. (Kamaruddin Abdullah dkk, 1998)

Energi di Sektor Rumah Tangga

Sektor rumah tangga merupakan sector yang penggunaan energinya cukup besar disamping sektor industri dan angkutan. Sumber energi rumah tangga yang dapar dikembangkan penggunaanya adalah kayu bakar dan limbah pertanian. Konsumsi biomassa rumah tangga pedesaan meliputi sekitar 25% dari total konsumsi energi seluruh Indonesia. (Kamaruddin Abdullah dkk, 1998)

Sumber Energi Biomassa

Biomassa adalah bahan organik  yang dihasilkan melalui proses fotositesis, baik berupa produk maupun buangan. Umumnya yang digunakan sebagai bahan bakar adalah biomassa yang nilai ekonomisnya rendah atau merupakan limbah setelah diambil produk primernya. Sumber energi biomassa mempunyai bebrapa kelebihan antara lain merupakan sumber energi yang dapat diperbaharui serta tidak membutuhkan biaya investasi yang tinggi untuk explorasinya. (Kamaruddin Abdullah dkk, 1998)

 Buah Durian

Buah durian yang berasal dari pohon durian (Durio zibethinus Murr) banyak tumbuh di hutan maupun di kebun penduduk. Memiliki ciri buah dengan bentuk besar bulat/oval, aroma rasa, baunya khas dan merupakan buah primadona yang banyak disukai masyarakat Indonesia umumnya. Buahnya besar dengan kulit buah yang keras, berduri, dan tebal. (Joko Santoso, 2010)

Durian merupakan buah musiman. Durian berasal dari negara tetangga yaitu, negara Malaysia. Namun, pada saat ini durian tersebar di seluruh Kepulauan Indonesia, Ceylon, India, Burma, Vietnam, Malaysia, sampai Philipina. Tumbuhan ini merupakan tumbuhan dikotil, tumbuhan berzat kayu, maka perkembangbiakan dapat dilakukan secara generatif dan vegetatif, misalnya mencangkok pada dahan yang sehat. (Handri Noprisson, 2009)

Permasalahan yang Ditimbulkan Buah Durian

Sebagian besar dari buah durian, yaitu kulit dan bijinya merupakan bagian yang terbuang begitu saja hingga membusuk. Pada musim durian, setiap 100 m – 200 m dapat dijumpai penjual buah durian dan setiap tempat jualan menghasikan 200 – 500 kg limbah kulit durian. Hal ini akan berdampak negatif pada sisi estetika yaitu mengganggu pemandangan, serta sisi kesehatan karena akan membusuk dan dikerubungi lalat. (Joko Santoso, 2010)

Manfaat Limbah Kulit Durian

Limbah buah durian terutama kulitnya, jika kita kumpulkan dalam jumlah yang banyak dapat kita olah menjadi bahan yang dapat kita manfaatkan. Manfaat tersebuat diantaranya dapat diolah menjadi briket ( bahan alternatif bahan bakar pengganti minyak tanah dan gas), dapat bermanfaat untuk mengusir nyamuk yang dapat menimbulkan penyakit bagi manusia, dan karena tekstur yang kuat dan berserat kulit buah durian dapat diolah menjadi bahan partikel( papan olahan sebagai bahan alternatif papan) (Joko Santoso, 2010)

Briket Arang

Briket arang merupakan arang yang diubah bentuk, ukuran, dan kerapatannya, sehingga menjadi produk yang lebih praktis digunakan sebagai bahan bakar. (Muhammad Fajri, 2009)

Briket Kulit Durian

Briket kulit durian adalah residu, yang sebagaian besar komponennya adalah karbon. Ia terjadi karena penguraian kulit durian, akibat perlakuan panas. Peristiwa ini dapat terjadi pada pemanasan langsung atau tidak langsung dalam timbunan, kiln, retort, serta nur tanpa atau dengan udara terbebas. (Muhammad Fajri, 2009)

Proses Pembuatan Briket Kulit Durian

Pertama, kulit durian dicacah, baik secara manual maupun menggunakan pencacah. Hasil cacahan dijemur, kemudian dioven dalam suhu 100 derajt Celcius selama 30 menit. Setelah kering dimasukkan ke furnace sampai arang granular (pembakaran tidak sempurna). Dalam proses pembuatan arang granular akan dihasilkan arang berukuran besar (kasar) dan halus (powder). Arang besar bisa digunakan sebagai bahan baku karbon aktif, sedangkan arang halus digunakan sebagai bahan baku briket. Setalah dihaluska (biasanya dengan mesin crusher), arang yang dihasilkan dihancurkan dan ditambah dengan larutan kaji 10%, tanah liat 10%, dan larutan NaOH 1%. Selanjutnya dicetak menjadi briket. Tahap berikutnya adalah mengeringkan briket pada suhu tertentu (menggunakan oven), sehingga dihasilkan briket kulit durian dengan kadar air tertentu. Briket yang dihasilkan dioven lagi hingga kering. Tanda sudah kering, jika diletakkan di tangan terasa ringan. Selain itu, tak ada serbuk yang menempel di tangan. (Muhammad Fajri, 2009)

Kulit durian dapat dijadikan bahan bakar setelah melalui proses berikut:

1.Kulit durian awalnya dipotong kecil-kecil;

2.Kemudian dicincang sampai halus;

3.Kulit durian yang telah dicincang kemudian ditumbuk sampai halus;

4.Kulit durian yang telah ditumbuk dimasukkan ke dalam bak kayu dan ditekan hingga betul-betul padat, sampai tebalnya kira-kira 4 cm.

5.Kemudian adonan kulit durian dipotong denga ukuran 7x7cm.

6.Langkah terakhir jemur adonan kulit durian hingga benar-benar kering.

7.Jadilah briket kulit durian sebagai bahan bakar.

Sebagai bahan percobaan, percobaan dilakukan pada air 500 mililiter dengan bahan bakar briket kulit durian seberat 250 gram.

(Handri Noprisson, 2009)

Nilai Kalor Briket Kulit Durian vs Minyak Tanah

Penggunaan 1 kg briket kulit durian dengan harga mampu menghasilkan kalori 5.010 Kkal. Sementara penggunaan 1 liter minyak tanah hanya mampu menghasilkan 4.400 kkal. (Muhammad Fajri, 2009)

Mutu  Briket

Mutu briket sebagai bahan bakar dipengaruhi oleh jenis bahan baku dan kadar air briket. Untuk briket arang, mutu briket juga akan dipengaruhi oleh mutu arang atauhasil karbonisasi. Faktor lain yang berpengaruh adalah  tekanan pengempaan. Pengempaan dengan tekanan tinggi tidak selalu menghasilkan mutu briket yang lebih baik karena briket yang sangat padat justru menurunkan efisiensi pembakaran dan menyulitkan penggunaan. (Kamaruddin Abdullah dkk, 1998)

KALA YUDISTIRA on November 13th, 2012

Welcome to Student.ipb.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!